Eksotisme Indonesia

"Di sana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata".

Dari penggalan lagu Indonesia Pusaka tersebut, terlihat jelas betapa berartinya Indonesia. Sudah seharusnya setiap warga negara Indonesia mencintai tanah airnya. Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengapa cinta Indonesia. Memang, Indonesia memiliki banyak alasan untuk dicintai.

Penduduk Indonesia merupakan salah satu alasannya. Setiap turis yang datang selalu berpendapat penduduk Indonesia yang ramah menjadi alasan mereka senang datang ke Indonesia. Memang terbukti banyak senyum dan tolong-menolong di Indonesia. Dua hal yang sulit ditemukan di negara lainnya.

Sebagai warga negara, Hashiyah Shabrina mengungkapkan betapa bersyukurnya ia tinggal di negara dengan penduduk yang memiliki kepedulian antar sesama. Mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari sampai yang akan sangat terasa saat ada bencana alam misalnya. Penduduk Indonesia walaupun heterogen mereka memiliki ciri khas Indonesia yang sama, yaitu gotong-royong dan bekerja sama, baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Terkenal dengan keindahan alam dan eksotismenya, membuat Indonesia menjadi tujuan wisata dunia. Mulai dari hamparan sawahnya, pantai, alam bawah laut, dan keindahan alam lainnya. Lokasi-lokasi tertentu seperti Raja Ampat, Bunaken, Pulau Derawan belum cukup menggambarkan betapa kayanya keindahan Indonesia.

Pancasila, ideologi negara yang membuat siapa saja merasa bangga dapat memilikinya. Perumusan yang begitu sulit, namun sebanding dengan hasilnya. Benar-benar mewakili semua bidang kehidupan dalam 5 silanya. Banyak yang menilai sekarang ini nilai-nilai pancasila sudah luntur. Nyatanya pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari masih sering ditemukan. Paling terasa adalah kerukunan antar umat beragama. Banyak tempat-tempat beribadah berbeda letaknya saling berdampingan, namun tetap terjalin hubungan yang rukun tanpa pertikaian. Hal inilah yang sulit ditemukan di negara lain.

Indonesia juga kaya akan budaya dan bahasanya. Bahkan satu daerah memiliki lebih dari satu jenis budaya. Ada yang berbentuk tarian, lagu daerah, alat musik, pakaian tradisional, dan lain sebagainya. Semua budaya seakan tercipta begitu indah karena bertujuan untuk memberikan kekhasan Indonesia. Betapa kaya budaya Indonesia.

Semangat para generasi mudanya menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia juga cintai. Meskipun banyak pemberitaan di media tentang perilaku kekerasan yang dilakukan generasi muda, tidak sedikit pula prestasi yang telah diukir atlit-atlit olahraga muda berbakat  yang menunjukkan semangat prestasinya. Contohnya yang baru-baru ini dilakukan timnas U-19. Selain itu, dalam bidang akademik,banyak anak muda Indonesia yang memenangkan berbagai olimpiade dunia dengan menciptakan karya baru berteknologi, ataupun melalui kreativitasnya menyulap barang tidak terpakai menjadi bernilai tinggi.

Kekayaan kuliner Indonesia pun beragam dan rasanya sangat lezat. Rendang, satu dari sekian banyak kuliner khas Indonesia, terpilih menjadi makanan terlezat di dunia. Sama seperti budaya dan bahasa, setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing. Misalnya saja dari sebuah bahan utama yang sama dapat dijadikan hidangan beraneka macam. Ada ayam betutu (Gilimanuk, Bali), ayam rica-rica (Manado), ayam taliwang (Lombok, NTB), sate ayam (Madura), ayam pop (Pandang) dan lain-lain.

Makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia pun dapat diolah menjadi berbagai jenis, nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, nasi bakar, nasi minyak. Sambal atau mungkin kerupuk, pelengkap lauk yang menjadi favorit banyak orang ini, juga banyak macamnya. Makanan khas Indonesia yang kaya akan rempah-rempah, cita rasanya mampu bersaing dengan makanan negara lainnya. Bukan hanya makanan, kopi luwak disebut sebagai salah satu kopi terenak di dunia dan coklat produksi Lampung merupakan salah satu coklat berkualitas tinggi di dunia.

Di samping kelebihan-kelebihan yang dimiliki Indonesia, pasti ada pula kekurangannya. Namun kekurangan yang dimiliki Indonesia, tidak membuat rasa cinta terhadap Indonesia memudar atau hilang sama sekali. Tapi kekurangan juga tidak untuk diabaikan. Jadi, ayo berkontribusi menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Kontribusi sebagai bentuk rasa cinta kita kepada Indonesia. (Hashiyah Shabrina/mar)

Hashiyah Shabrina adalah pewarta warga.
Read More

Indonesia Tanah Air ku

Negara dapat didefinisikan sebagai tempat berdiamnya sekumpulan orang di dalamnya. Seseorang pasti memiliki alasan tersendiri mengenai apa yang menyebabkan mereka menjadi betah di dalam suatu negara, bahkan tidak mau berganti kewarganegaraannya sampai akhir hayatnya.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi hal itu semua, di antaranya adalah dikarenakan sudah menjadi turun-temurun bagi suatu keluarga untuk berada dalam satu negara yang sama tanpa ingin keluar dari negaranya, ingin berada dekat dengan orang yang disayangi, dicintai, dan tidak ingin untuk meninggalkan kerabat-kerabatnya.

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang ada di bumi ini. Negara dengan kekayaan alam yang melimpah di dalamnya. Tentunya sebagai anak Indonesia, kita bangga menjadi anak Indonesia. Ada beberapa alasan yang membuat saya mencintai dan bangga menjadi anak Indonesia, 6 di antaranya adalah :

1. Indonesia adalah negara yang memiliki ciri khas "Ter-"

Setiap negara tentunya mempunyai ciri khasnya masing-masing. Sama halnya dengan Indonesia yang mempunyai ciri khas tersebut. Seperti memiliki pulau terbanyak di antara negara-negara yang ada di bumi ini, merupakan negara maritim terbesar di dunia dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, memiliki jenis suku, ras, agama, dan bahasa daerah terbanyak di dunia.

2. Indonesia merupakan negara yang memiliki etnis/suku, agama, dan ras yang beraneka ragam. Namun, kesemuanya itu saling rukun, menghormati, menghargai, dan saling bertoleransi antara yang satu dengan yang lainnya.  

3. Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang ramah, mudah tersenyum, dan saling tolong-menolong dengan orang lain. Selama orang tersebut masih menjaga norma-norma yang ada dan berlaku dan masih menjaga bagaimana cara untuk bersikap yang sopan kepada orang lain.

4. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak jenis bahasa daerah yang rumit dan sulit dipahami dan dimengerti bagi mereka yang belum tahu akan suatu bahasa daerah tersebut. Akan tetapi, semua dipersatukan dengan bahasa resmi, yaitu Bahasa Indonesia.

5. Indonesia memiliki satu-satunya suku terbesar yang menganut garis keturunan ibu (matrilineal), yaitu suku Minang.

6. Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis budaya yang tidak dimiliki negara lain. Karena kaya akan keanekaragaman budayanya, negara lain banyak yang ingin mempelajarinya, bahkan sampai ada yang meniru budaya yang ada di Indonesia.

Inilah 6 alasan mengapa mencintai dan bangga menjadi anak Indonesia. Oleh karenanya semua yang ada di Indonesia tidak boleh hilang ataupun sampai punah. Bisa jadi apa yang dimiliki Indonesia merupakan satu-satunya yang ada di jagat raya dan tidak dimiliki oleh negara lain. (Ey Nurmawati/mar)

Ely Nurmawati adalah pewarta warga.
Read More

Indonesia " Paradise in the world "

Indonesia adalah negara kepulauan yang luar biasa dan surga dunia. Segalanya ada di Indonesia. Banyak hal yang membuat seseorang cinta dan bangga dengan Indonesia.

Destinasi wisata dan keindahan alamnya yang memukau

Sebelum Anda memutuskan untuk keliling dunia, cobalah menikmati keindahan alam yang terbentang dari Sabanng sampai Merauke yang dimiliki Indonesia. Segala macam jenis tempat wisata, mulai dari wisata darat hingga wisata air, tidak kalah menariknya dengan yang ada di luar negeri. Selain itu, pesona alam pedesaan di daerah-daerah terpencil di Indonesia yang masih asri, mampu menyajikan suasana yang nyaman. Ingin menikmati pantai yang seperti apa, pasti ada. Jika Anda suka dengan petualangan, Indonesia adalah negara yang menyajikan lokasi tersebut. Luar biasa bukan?

Bahasa dan suku bangsa yang beragam

Indonesia tercipta untuk suku yang banyak sekali. Setiap daerah meski itu satu provinsi, memiliki bahasanya masing-masing yang khas. Namun di balik perbedaan tersebut, masyarakatnya tetap hidup rukun.

Suku dan adat-istiadat menjadi salah satu daya tarik negara kita. Dibandingkan dengan negara lain, negara kita memiliki banyak suku yang mungkin bagi kaum awam tidak terhitung jumlahnya. Adakah negara yang suku bangsanya lebih banyak dari kita?


Masyarakat yang sangat ramah

Kemanapun kita pergi, apalagi ke  daerah- daerah yang masih asri dan penduduk dengan sosial kemasyarakatan tinggi , jangan takut kita akan tersasar. Saya yakin kemanapun kita berkelana dengan niat baik, kita juga akan di sambut dengan kebaikkan juga. Senyuman bagi warga negara kita adalah simbol bahwa negara kita adalah negara dengan warga yang ramah.

Toleransi beragama

Sadarkah kita, bahwa toleransi beragama di negara kita dapat diacungi jempol? Ya, Indonesia adalah negara yang memiliki torelansi beragama yang tinggi. Beragam agama di masyarakat, bukan menjadi penghalang untuk hidup rukun. Saling menghargai ketika perayaan besar agama adalah salah satu wujud toleransi beragama. Dibeberapa negara lain yang sering dilanda konflik, untuk menjalankan ibadah saja mereka merasa was-was. Namun di  Indonesia, masjid dan gereja berdiri tegak dan kokoh berdampingan.

Demokrasi

Salah satu alasan mengapa mencintai Indoensia adalah karena negara ini menerapkan sistem demokrasi. Sebuah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Di sini rakyat ikut ambil bagian dalam pemerintahan. Meskipun sejak diterapkannya sistem demokrasi banyak sekali aksi demo, itu harus dimaklumi, karena semua berhak untuk bersuara dan mengemukakan pendapat.

Aku terlahir di Indonesia

Indoensia adalah tempat dimana saya dilahirkan. Bangga pastinya terlahir di negara yang kaya raya. (Klara Harlyn/mar)

Klara Harlyn adalah pewarta warga.
Read More

Raja Ampat Indonesia







Raungan mesin kapal kayu berhenti dan perahu mulai merapat. Tidak ada yang terdengar kecuali ombak kecil yang mendera sisi kapal dan perlahan-lahan melepaskannya. Burung-burung beterbangan dari ujung pohon kecil di salah satu pulau tak berpenghuni. Ya, Anda tiba di Raja Ampat! Surga terakhir kekayaan bawah laut paling lengkap di Bumi. Bersiaplah untuk sebuah petualangan yang tidak akan terlupakan.
Raja Ampat atau 'Empat Raja' adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau indah tersebut. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.


Nelayan di Raja Ampat biasanya memakan camilan saat bercakap-cakap (para-para pinang). Mereka akan saling bertukar cerita lucu sambil mengunyah buah pinang. Dalam banyak hal termasuk kemiripan alam, budaya, dan sejarah, bahwa masyarakat nelayan di Raja Ampat memiliki kesamaan dengan orang Maluku.
Saya suka masyarakatnya, saya suka penyelamannya, luar biasa! Baru kali ini saya menyelam untuk kedua kalinya di tempat yang sama, dan saya berpikir untuk kembali ketiga kalinya dan seterusnya!.
(Peter van Dalen dalam www.iriandiving.com)


Pemandangan Raja Ampat seperti dalam mimpi tetapi ini bukanlah ilusi. Saat Anda mencemplungkan diri menyelam ke bawah laut maka perhatikan dengan detail hewan laut yang menyapa. Bisa jadi kuda laut kerdil mendekati jemari Anda seakan ingin menyambut berjabat tangan.
Pecinta wisata bawah laut dari seluruh dunia datang ke Raja Ampat untuk menikmati pemandangan bawah laut terbaik yang mengagumkan. Mulailah tur Anda dari sini dengan menyelam di bawah lautnya yang paling indah. Jelajahilah dinding bawah laut yang vertikal dan rasakan ketegangan melihat kelayaan bahwah laut yang megah. Meski Anda berdebar-debar saat terombang-ambing arus laut namun itu pastinya akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan di Raja Ampat.

Wilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini.
Saya seperti anak 5 tahun yang baru pertama kali melihat terumbu karang, terkagum-kagum dengan pesona terumbu karang terkaya ini. Dengan segala sumber daya yang ada, kita harus melestarikan keindahan Raja Ampat dan mungkin menjadi tempat terakhir.
(Michael Aw dalam www.iriandiving.com)
Anda tiba di Raja Ampat maka kegembiraan sudah dapat dirasakan. Sontak terdengar seketika orang yang baru datang di sini memuji nama Tuhan-nya karena mata dan hatinya dipikat pemandangan alam yang luar biasa. Bila tidak Anda temukan respon itu maka diam terkesima adalah bukti seseorang telah ditawan setitik surga yang jatuh di lautan yang jernih sebening kristal dan ombak lembut menyapu pasirnya yang putih.

“Di sini bagus!” sahut ramah seorang pemandu wisata lokal dari sebuah agen perjalanan wisata di Raja Ampat. Kata-kata awal itu menandakan bahwa pengunjung telah sampai di salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Jika tidak sedang memandu wisatawan, pemandu lokal ini adalah seorang nelayan biasa. Nelayan tersebut terbiasa dengan orang luar yang datang berkunjung, mereka sangat ramah terutama jika diberi buah pinang atau permen (patut Anda coba). Cara ini telah terkenal dimana dengan memberikan permen dianggap bentuk sopan santun dan mampu mencuatkan senyum sang nelayan.


Mantaray dan wobbegong akan berenang bersama Anda. Ikan tuna, giant trevaliies, snapper, dan bahkan barracuda turut menyambut Anda di bawah laut. Itu belum cukup, bagaimana apabila ada teman baru yang ramah yaitu ikan dugong ingin berenang bersama Anda. Jangan lewatkan juga mengamati sibuknya ikan-ikan kecil menjaga wilayahnya hilir-mudik. Bila Anda beruntung mungkin dapat berenang bersama penyu laut.

Keindahan yang alami, seolah benar-benar tidak tersentuh telah menjadi daya tarik utama di sini. Tidak perlu ungkapan keindahan langit yang biru atau pulau yang menghijau subur, karena apa yang ada di atas daratan dan di bawah lautnya akan mengatakan kepada Anda “Selamat datang di Raja Ampat; inilah surga keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini. Tidak diragukan lagi, Raja Ampat adalah laut yang paling kaya akan ikan yang pernah saya kunjungi.
(Dr G.R. Allen dalam www.iriandiving.com)
Read More

Pesona Keindahan Indonesia

Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar kata Indonesia? Mungkin ada sejuta alasan untuk menunjukkan rasa senang, bahagia ataupun sedih terhadap negeri ini. Namun ada 6 alasan yang membuat saya mencintai Indonesia.

Indonesia Negeri dengan sejuta senyuman

Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk yang sangat ramah.  Setiap kita berjumpa dengan seseorang bahkan yang tidak kita kenal sekalipun, sebuah senyum manis akan kita dapat. Bahkan, setiap orang asing yang datang melancong ke negeri ini, jika ditanya, "Bagaimana menurut kalian tentang masyarakat Indonesia?" Pasti mereka akan menjawab baik dan ramah.

Dimana lagi kalian akan mendapatkan senyum ramah dengan sangat mudahnya di negeri orang selain di Indonesia? Inilah Indonesia, negeri dengan sejuta senyuman. Walaupun sederhana tapi senyuman itu sangat berharga dan tak bisa dinilai dengan uang.

Indonesia cinta perbedaan

Berbeda, itulah karakter khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan berjuta adat istiadat, beragam suku di tanah air, beragam budaya yang unik, dan juga beragam kepercayaan yang dianut tak lantas membuat Indonesia jadi tercerai berai.

Karena Indonesia memiliki beragam bahasa dari masing-masing daerah namun tetap disatukan dengan satu bahasa yakni bahasa Indonesia, Indonesia memiliki beragam budaya, baik itu pakaian adat, tata cara pernikahan, beragam tarian, lagu daerah, permainan tradisional semuanya membuat Indonesia memiliki sejuta budaya, dan ketiga karena Indonesia memiliki beragam kepercayaan. Setidaknya ada 5 agama yang dianut di Indonesia.

Inilah ciri khas Indonesia yang paling menonjol. Ingat dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"? Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Itulah Indonesia, tempat bercampurnya seluruh keanekaragaman yang indah.

Indonesia memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi

Masyarakat Indonesia akan dengan mudah perduli jika ada orang lain yang membutuhkan bantuannya. Sikap simpati ini membuat mereka dapat dengan mudah saling menolong satu dengan yang lain. Tak jarang juga masyarakat Indonesia menolong orang-orang yang sedang ditimpa musibah di negara lain.

Indonesia Tanah Air Ku

Alasan keempat kenapa mencintai Indonesia adalah karena Indonesia tanah air ku. Kenapa? Sebab Indonesia memiliki dua unsur dengan keindahan yang sangat mempesona, yakni tanah dan air. Keindahan ini bisa kita lihat dari panorama daratan yang indah juga lautan yang sangat cantik. 

Indonesia kaya akan hasil bumi

Tanah Indonesia adalah tanah yang subur. Ibarat sebuah kayu, apabila ditanam dalam tanah, maka ia akan tumbuh dengan subur. Selain itu, hasil lautnya pun tak kalah banyak. Berbagai jenis ikan bisa diperoleh di laut Indonesia. Inilah sebabnya Indonesia disebut negara agraris dan negara maritim. Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi alam yakni batu bara dan minyak bumi. Bukankah ini negeri yang sangat kaya?

Indonesia sangat menjunjung tinggi norma kesopanan

Indonesia negara yang sopan santun. Inilah ciri khas orang timur, dimana sangat menjujung tinggi nilai kesopanan. Tata krama baik dalam berbicara maupun berpakaian sangat dijaga.

Jadi, itulah 6 alasan mencintai Indonesia dari sejuta alasan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, namun cukup untuk tidak melupakan betapa indahnya negeriku tercinta ini.  (Agnes Dwi Radiktiani/mar)

Agnes Dwi Radiktiani adalah pewarta warga.
Read More

My Home Indonesia

Sebenarnya tidak ada alasan mengapa seseorang tidak mencintai Indonesia. Semua orang pasti mencintai dan kagum dengan Indonesia meskipun hanya sekecil biji bunga matahari. Tapi jika saya pikirkan lagi, alasan mencintai Indonesia adalah karena:

1. Keindahan alamnya

Tidak perlu ke luar negeri untuk menikmati keindahan, karena Indonesia sudah memiliki itu semua. Kepuluan seribu yang indah, Pulau Raja Ampat di Irian Jaya yang menawan, Bali yang sudah menjadi sorotan dunia, Bunaken di Sulawesi yang jernih, pasti tidak akan membosankan bagi siapa saja yang memandangnya.

2. Indonesia memiliki banyak bahasa

Tidak perlu bahasa asing, bahasa daerah yang dimiliki negeri ini sangat unik. Walaupun setiap suku berbeda bahasa, tapi Bahasa Indonesialah yang mempersatukan kita dalam nusantara ini.

3. Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik. Karena keunikannya, bahkan di tiru oleh orang-orang luar negri.

4. Indonesia memiliki makanan-makanan yang lezat dan terkenal di seluruh dunia. Sebut saja soto betawi, nasi goring, nasi kuning, nasi pecel, gudeg, sate, bakso, dan lain-lain.

5. Indonesia melahirkan insan-insan jenius. Seperti Pak Habibi yang membuat pesawat sampai dikontrak kerja oleh Jerman.

6. Terakhir karena Indonesia adalah tempat kelahiran saya. Maka dari itu saya mencintai Indonesia dan ingin membanggakan Indonesia. Dari rasa bangga tersebut, ingin membawa nama Indonesia ke dunia international dan mengubahnya menjadi Indonesia yang lebih baik, meskipun hanya dengan perubahan kecil.

Maka dari itu, Indonesia adalah rumah saya dan rumah rakyat Indonesia. Tempat untuk mengembangkan cita-cita, melestarikan budaya, dan untuk menambah pengetahuan. So, buat apa jauh-jauh ke luar negeri jika Indonesia punya semua yang kamu butuhkan. (Lina Setiawati/mar)

Lina Setiawati adalah pewarta warga
Read More

Cinta Indonesia ? Selalu

Sebagai Negara kesatuan yang membentang luas dari sabang sampai merauke dan da Indonesia merupakan sebuah negara besar yang kaya akan keberagaman didalamnya.ri Rote hingga Talaud, Indonesia menyimpan banyak pesona yang bahkan tidak bisa kita bayangkan sebelumnya. Keberagaman yang dimiliki Indonesia boleh diadu dengan Negara Lainnya, mulai dari agama, suku, kebudayaan, adat istiadat , bahasa, dan lain sebagainya. jika kita membandingkannya, maka Indonesia akan menjadi pemenangnya. Mengapa? Karena dengan keanekaragaman yang dimilikinya, Indonesia tetap sebagai satu kesatuan Negara Indonesia dalam bentuk NKRI yang berbhineka tunggal ika. Semua yang dimiliki diseluruh nusantara adalah untuk satu nama yaitu Indonesia. Hanya di Indonesia semua perbedaan dan keberagaman bisa dirangkul dengan damai dan tentram.

Potensi-potensi yang dimiliki Indonesia sangatlah besar, baik dari potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Indonesia bahkan mendapat julukan sebagai Zamrud khatulistiwa yang menunjukkan bahwa betapa kayanya Indonesia. Pulau-pulaunya yang hijau menyimpan pesona alam baik flora dan fauna. Belum lagi isi perut bumi Indonesia yang kaya akan bahan tambang. Laut birunya membentang luas dengan daya tariknya tersendiri yang menyimpan jutaan spesies laut dan juga terumbu karang yang menakjubkan. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mencintai Indonesia. Dengan apa yang dimiliki Indonesia, kita semestinya bangga pada Indonesia bahkan kalau perlu kita buat  negara-negara lain iri pada Indonesia. Lalu Apa saja alasan kita untuk mencintai Indonesia? Begitu banyak alasan yang bisa saya jelaskan kepada Anda. Namun, setidaknya enam alasan berikut akan saya sampaikan kepada Anda.

1.    Keramahtamahan masyarakat Indonesia

Alasan pertama adalah Keramahtamahan masyarakat Indonesia. Saya pernah pergi ke berbagai daerah dan juga menemui berbagai suku-suku di daerah tersebut. Satu hal yang begitu mengesankan adalah dimanapun kita berada kita akan disambut dengan senyuman dan sambutan yang antusias, meskipun kita bukan berasal dari suku yang sama. Siapapun kita akan diterima dengan penuh senyuman dan kehangatan. Keramahtamahan yang dimiliki orang Indonesia begitu jujur dan tulus. Kecenderungan yang dimiliki oleh orang Indonesia adalah sama yaitu jika kita datang sebagai tamu ditempat tersebut, mereka berupaya untuk membuat kita merasa nyaman dan kerasan bersama mereka selama kita bisa menghargai mereka. Kebaikan orang-orang Indonesia membuat kita merasa memiliki keluarga dimana saja kita berada tanpa perlu khawatir akan tindakan kriminalitas. Keramahtamahan yang dimiliki orang Indonesia memang sudah dikenal dan diakui oleh negara lain. Maka dengan kesan ini rasanya tidak salah jika saya mulai jatuh cinta pada Indonesia.



2.    Toleransi Antar warga dan Umat beragama

Alasan kedua untuk saya jatuh cinta pada Indonesia adalah toleransi antar warga dan antar umat beragama. Toleransi yang dimiliki orang Indonesia terhadap perbedaan sangat tinggi bahkan hal ini menciptakan rasa kekeluargaan dan kekerabatan yang erat. Saya pernah pergi ke pulau Sangihe, Sulawesi Utara. Ada satu hal yang menarik disana yaitu jika ada kegiatan keagamaan misalkan duka atau pemakaman maka baik dari agama manapun akan diundang dan datang pada acara tersebut hingga prosesi pemakaman dan doa selesai. Bahkan bagi orang islam memiliki tradisi bagi keluarganya yang meninggal yaitu 7 malam, 40 malam dan 100 hari, maka tidak hanya orang islam saja yang diundang, warga kristiani maupun budha juga diundang dan hadir. Begitupun sebaliknya. Contoh lainnya seperti acara-acara besar keagamaan seperti Natal dan Idul Fitri, maka warga-warga yang berbeda agama akan saling mengucapkan selamat dan berkunjung sebagai wujud saling menghargai dan menghormati. Bagi mereka hal tersebut sebagai tanda kekeluargaan yang erat. Ini menandakan perbedaan agama tidak lagi menjadi pembatas bagi mereka. Mereka tidak membedakan suku dan agama. Bagi mereka semuanya adalah keluarga. Jika kita bandingkan dengan Negara lain justru perbedaan ras, suku dan agama akan menjadi diskriminasi dimana kaum minoritas akan mengalami rasa terasingkan. Namun hal ini tidak berlaku di Indonesia.

 

3.    Ragam Seni Budaya

Alasan ketiga untuk jatuh cinta pada Indonesia adalah  ragam seni budaya yang dimiliki Indonesia. Kalau anda mau belajar kursus bahasa, maka di Indonesia lah yang tidak akan anda minati. Mengapa? Lagi-lagi karena keberagaman yang dimiliki Indonesia begitu banyak dan bahasa adalah salah satu contohnya. begitu banyaknya bahasa daerah yang dimiliki oleh Indonesia maka kita akan dibuat kagum karena disetiap daerah memiliki bahasa daerah masing-masing. Coba Anda hitung, berapa banyak bahasa daerah yang bisa anda kuasai? saya rasa akan lebih sulit belajar bahasa daerah yang ada di Indonesia  ketibang belajar bahasa inggris atau bahasa asing lainnya. Jadi perlu kita berbangga hati pada seni budaya yang dimiliki Indonesia. Selain bahasa banyak lagi yang bisa kita banggakan seperti lagu-lagu daerah, tarian-tarian daerah, cerita-cerita rakyat dan seni lainnya. Jika saya tanyakan kembali kepada anda, berapa banyak lagu daerah dan tarian daerah yang anda kuasai ? jika anda hanya tahu tidak lebih dari jari-jari dikedua tangan Anda, maka  anda masih belum menyadari bahwa Indonesia itu benar-benar  kaya. Boleh saya tirukan slogan produk wafer terkenal untuk menyanyakan kembali kepada anda, jadi  berapa banyak? “Ratusan, lebih!”. Ya, betul. Kalau disebutkan satu persatu maka anda akan memerlukan beberapa buku tulis dan juga pena untuk mencatatnya. Belum lagi situs-situs kebudayaan kuno yang dimiliki Indonesia, begitu lengkap dan bernilai tinggi. Namun yang perlu kita saluti adalah Indonesia mampu menyatukan seluruh seni budaya daerah yang ada sebagai akar kebudayaan Nasional.



4.    Keindahan dan Wisata Alam

Dengan tiga alasan yang sudah disebutkan sepertinya masih belum cukup untuk kita mencintai Indonesia. Alasan keempat adalah keindahan alam dan pariwisata alam Indonesia. Pernahkah anda pergi ke Bunaken, Raja ampat, danau toba, pantai kuta, atau tempat-tempat wisata terkenal lainnya? Kalau anda sudah pernah ke tempat-tempat tersebut pasti anda akan begitu antusias untuk menceritakan pengalaman Anda ditempat-tempat tersebut. Anda akan menceritakan betapa indahnya tempat-tempat wisata di Indonesia yang anda kunjungi,  lalu anda akan menunjukkan foto-foto yang anda ambil dan tidak sabar untuk mencetaknya atau sekedar berbagi foto di jejaring sosial. Keindahan alam Indonesia tidaklah kalah dibandingkan dengan Negara-negara lain. Keindahan alam Indonesia adalah pesona lukisan alam yang diberikan sang pencipta kepada Indonesia untuk kita syukuri. Keindahan alam Indonesia sudah tersohor dipenjuru dunia. Sebut saja pantai kuta, taman laut bunaken, raja ampat, pantai losari, pulau komodo dan lain sebagainya. Keindahan alam di tempat-tempat tersebut menjadi primadona wisata bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Wisatawan mancanegara saja ramai ingin berkunjung ke Indonesia untuk sekedar menikmati keindahan alam Indonesia dan  kita sebagai tuan rumah harus bangga dan cinta Negara kita sendiri yang indah ini. Jadi kita tidak perlu menyumbangkan devisa Negara kita untuk Negara lain Cukup kunjungi wisata-wisata dalam negeri dan anda akan menyadari betapa indahnya Indonesia. Kalau anda telusuri, begitu banyak tempat-tempat wisata yang potensial bahkan didaerah-daerah terpencil sekalipun. Contohnya saja hutan tropis bisa dijadikan sebagai  tempat wisata alam.


5.    Kuliner Lezat Nusantara
Alasan kelima adalah kuliner-kuliner lezat khas nusantara. Mungkin anda akan setuju dengan saya bahwa menikmati kuliner adalah hal yang menyenangkan dan tidak mungkin anda tolak, khususnya kuliner-kuliner khas Indonesia. Dibandingkan dengan makanan-makanan junk food dari Negara-negara lain rasanaya kuliner Indonesia jauh lebih menarik dan menggugah selera kita. Racikan bumbu-bumbunya begitu kuat dan khas, ragam masakannya begitu banyak. Aroma masakannya begitu menggoda dan rasanya sangat cocok di lidah kita. Memang kalau kita lihat bahan dasar yang digunakan sangat sederhana bahkan tidak terkesan mewah jika dibandingkan masakan dari luar yang sering menggunakan daging-daging, susu, keju dan lain sebagainnya. Bumbu dan rempah rempahnya pun juga bisa dibilang umum dan sederhana, tidak seperti masakan dari luar yang bumbu-bumbu dan rempah-rempahnya terdengar asing dan aneh-aneh. Namun dengan tangan “ajaib” orang Indonesia dan kreatifitasnya yang unik, bahan masakan dipadukan dengan bumbu-bumbu juga rempah rempah menghasilkan seni kuliner yang lezat dan tidak kalah menggugah selera kita. Begitu banyak kuliner khas Indonesia membuat anda akan semakin mencintai Indonesia hanya dengan mencicipinya. Setiap daerah memiliki kuliner khas yang menggoda seperti mie aceh, rendang dan dendeng batoko, pempek Palembang, martabak Bangka, gado-gado, gudeg jogya, soto betawi, cotto makasar,  mie cakalang, pineda sagu, bubur pedas Pontianak, bubur manado,  dan lain sebagainya. Kalau disebutkan satu persatu tentu Anda akan menjadi lapar saat ini. Melalui lidah saja kita akan dimanjakan oleh Indonesia dan semakin membuat kita cinta pada Indonesia.

 

6.    Kekayaan Alam Indonesia

Alasan terakhir mengapa kita harus mencintai Indonesia adalah kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Sebagai Negara tropis, maritim, dan Negara dengan pegunungan-pegunungan aktif, Indonesia telah dikaruniai oleh Sang Pencipta berupa kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan alam tersebut berupa kekayaan alam hayati dan kekayaan alam nonhayati. Hutan-hutan tropis yang dimiliki Indonesia menghasilkan keanekaragaman flora dan fauna  unik yang tidak dimiliki oleh Negara lain misalnya saja orang utan, harimau sumatera, gajah sumatera, badak bercula satu, anoa, tapir, babi rusa, komodo, bunga raflesia, anggrek hutan, kayu cendana, dan lain sebagainya.  Hanya di Indonesia yang memiliki banyak varietas flora dan fauna unik. Belum lagi peraian Indonesia yang berisi jutaan spesies ikan, terumbu karang maupun organisme laut lainnya akan menambah daftar kekayaan alam Indonesia. Kekayaan alam nonhayati juga tidak kalah banyaknya diindonesia. Gunung-gunung merapi yang menjulang tinggi membawa berkah bagi Indonesia berupa tanah yang subuh dan aneka bahan tambang berharga. Isi perut bumi Indonesia menyimpan kekayaan yang luar biasa besarnya. Teringat potongan lirik lagu yang cukup popular “Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Ya, hal tersebut menggambarkan betapa subur makmurnya bumi Indonesia hingga diibaratkan jika kita menancapkan batang kayu ditanah indonesia, maka batang kayu tersebut akan tumbuh menjadi tanaman yang subur dan batu-batuan akan lapuk menjadi tanah yang menyuburkan.


Itulah setidaknya enam alasan bagi Saya dan juga anda untuk mencintai Indonesia. Saya tidak berkecil hati menjadi orang Indonesia, justru Saya merasa bangga menjadi warga Negara sebesar Indonesia. Dengan keramahtamahan orang Indonesia, toleransi yang tinggi pada warganya, ragam seni budayanya, keindahan alamnya, kuliner-kuliner khasnya, dan kekayaan alamnya sudah membuat saya jatuh cinta kepada negara Indonesia tercinta. Hal ini patut kita syukuri karena kita telah dianugerahkan oleh Tuhan YME dilahirkan dan dibesarkan di bumi yang bernama Indonesia. Semoga dengan alasan-alasan tersebut membuka diri kita semua untuk semakin mencintai Indonesia. (Tubagus Muhammad Yusuf Ibrahim/kw)

Tubagus Muhammad Yusuf Ibrahim adalah pewarta warga


Read More

Menjadi Indonesia

"Garuda di dadaku". Itulah semboyan yang sering trend di masyarakat saat turnamen sepak bola digelar. Atribut serba merah-putih selalu menghiasi para suporter bola Indonesia bila turnamen sepak bola digelar di tanah air. Euforia ini akan melanda sampai ke ujung negeri, mulai dari kota hingga kepedalaman, nonton bareng (nobar) sampai memangkas rambut. Semua itu dilakukan untuk membuktikan rasa cinta kepada negara Republik Indonesia.

Namun setelah turnamen selesai, nasionalisme pun selesai. Kondisi yang sangat memprihatinkan terjadi di negeri ini. Apakah pada saat "demam bola" saja kita mencintai Indonesia? Tentu saja tidak. Ada beberapa alasan kuat mengapa kita harus tetap mencintai Indonesia.

1. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dan kaya Sumber Daya Alam

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri atas 17.504 pulau besar dan kecil. Hal inilah yang membuat Indonesia kaya akan bentang alam yang indah, seperti gunung, bukit, air terjun, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Indonesia juga dianugrahi dengan  kekayaan alam yang melimpah dan indah. Hal ini terbukti ketika dulu banyak bangsa asing yang datang ke Indonesia berusaha untuk menguasai sumber daya alam Indonesia. Setidaknya tercatat ada 5 bangsa asing (Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Jepang) berusaha melakukan politik imperialisme di Indonesia.

Potensi wisata yang dimiliki oleh Indonesia sungguh luar biasa. Sebut saja pulau Bali yang telah populer sebagai tempat wisata yang indah di kalangan masyarakat Indonesia dan masyarakat mancanegara. Keindahan pantai dan acara adat masyarakat Bali telah menjadikan Bali sebagai aset nagara yang begitu berharga. Indonesia juga memiliki area wisata lain yang tak kalah menarik diantaranya wisata laut yang indah, Taman Laut Bunaken, Raja Ampat, Danau Tiga Warna atau Danau Kalimutu dan wisata langka yang hanya terdapat di Indonesia Pulau Komodo.

Tempat-tempat ini mempunyai keistimewaan contohnya; Taman Laut Bunaken yang memiliki 390 spesies terumbu karang, berbagai spesies ikan, moluska, reptil, mamalia laut; Raja Ampat memiliki 1.320 spesies ikan; 75% seluruh spesies karang yang ada di dunia; 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia; terdapat 600 spesies karang yang tercatat; 5 spesies penyu laut langka; 57 spesies udang mantis; 13 spesies mamalia laut; dan 27 spesies ikan.

2. Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, bahasa, dan budaya

Banyak kalangan yang salah menafsirkan arti kalimat "Indonesia adalah negara yang kaya". Kaya lebih diartikan sebagai makmur secara ekonomi semata, padahal kaya di sini artinya kaya akan sumber daya alam, budaya, dan bahasa. Saat ini Indonesia memiliki 1.128 suku dan 442 macam bahasa daerah. Setiap wilayah di Indonesia memiliki cirinya masing-masing. Bahkan ada dalam satu provinsi yang memiliki banyak suku dan bahasa. Hal ini membuat banyak perbedaan dalam satu wilayah provinsi.

Keuntungan dari pluralisme ini adalah menjadikan negara Indonesia takkan kehabisan harta untuk dimafaatkan bagi kemasyuran negeri ini. Seperti yang telah dilakukan oleh Yayasan Putri Indonesia dimana mereka telah memperkenalkan Pancasila melalui busana di ajang Miss Universe.

Sebagai warga negara Indonesia kita patut berbangga karena negara kita memiliki aset kekayaan yang khas, contohnya kain khas negara Indonesia yaitu batik, kebaya, dan masih banyak lagi. Indonesia juga merupakan surga makanan lezat seperti nasi goreng, rendang, soto, bakso, gado-gado, sate, dodol garut, martabak, tahu sumedang dsb. Keunggulan makanan khas Indonesia adalah kaya akan bumbu organic dan rempah-rempah yang memiliki khasiat. Contohnya asam jawa yang mampu mengobati penyakit asma, batuk kering, demam, reumatik. Inilah kekayaan yang sering tidak kita sadari sehingga kita lupa untuk menjaganya.

3. Indonesia adalah negara yang bersatu

Wilayah Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut. Tetapi selama 68 tahun bangsa ini berjalan, pulau-pulau tersebut tetap berada dalam wilayah NKRI.  Ini adalah berkat dari para pendiri bangsa terdahulu yang dengan kegigihan mampu menancapkan rasa nasionalisme tinggi dalam jiwa-jiwa seluruh elemen masyarakat Indonesia sehingga sampai detik ini tetap berkobar membara di dalam dada.

4. Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah yang hebat

Berbicara tentang sejarah di muka bumi, sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah salah satu sejarah yang memukau. Dimulai dari sejarah tentang kerajaan-kerajaan Indonesia yang pernah berjaya, sejarah tentang pra-Indonesia merdeka, sejarah tentang usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di zaman kerajaan, Indonesia memiliki kerajaan-kerajaan yang tersohor seperti Majapahit dan Sriwijaya. Salah satu tokoh yang akan selalu kita ingat  adalah Gadjah Mada.

Tahun-tahun berlalu setelah kejayaan kerajaan Majapahit dan kerajaan lain, Indonesia mempunyai sejarah yang begitu dahsyat. Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimana dalam keadaan yang sulit pemuda negeri ini bersatu untuk Ibu Pertiwi. Mereka tak kenal takut mewujudkan mimpi bahwa Indonesia pantas untuk merdeka.

Walaupun harus memakan waktu yang lama, akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 untuk pertama kalinya bendera merah putih, bendera kebanggaan Indonesia dengan gagahnya berkibar di langit Indonesia. Bangsa Indonesia  merupakan bangsa yang memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan banyak negara di dunia. Gerakan Non-Blok adalah bukti dari semua itu. Disaat terjadi perang dingin antara negara blok barat dan blok timur Indonesia tampil sebagai pencetus kubu netral.

5. Indonesia memiliki Pancasila

Masih banyak di antara kita yang belum sadar betapa hebat dan mengagumkannya negara kita ini. Pancasila sebagai sebuah dasar negara merupakan hasil dari tradisi hidup dan pemikiran para pendiri bangsa ini. Bahkan dunia mengakui hebatnya Pancasila. Kita harusnya bangga bahwa harta paling utama negara kita yaitu pancasila dikagumi oleh banyak pemimpin negara hebat di dunia sebut saja Barack Obama. Dalam pidatonya pada tahun 2010 di Universitas Indonesia ia mengatakan,"Pancasila akan menjadi ideologi dunia, Pancasila usulan yang bagus untuk menjadi rujukan bagi negara berkembang dalam menciptakan rasa aman, tentram, dan kebebasan informasi maupun kebebasan beragama dan lebih jauh Pancasila rumusan multikultural milik dunia dan saya selalu bersama Pancasila."

6. Indonesia memiliki Bahasa Indonesia

Tak banyak negara yang mempunyai bahasa persatuan asli dari negaranya sendiri, apalagi negara berkembang. Negara maju sekalipun banyak menggunakan bahasa asing. Betapa hebatnya Indonesia mampu menciptakan bahasa nasional sendiri yang diadopsi dari bahasa melayu kemudian disempurnakan. Selain itu, Bahasa Indonesia mampu menunjukkan keeksistensiannya di dunia. Hal ini dibuktikan dengan adanya 45 negara yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Vietnam, Canada, dan Australia. Bahkan di Australia ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar-mengajar mereka. (Christina Niya/mar)

Christina Niya adalah pewarta warga.
Read More

Alasan Mencintai Indonesia

Ada pepatah yang mengatakan dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Bagaimana menurut Anda pepatah ini? Apakah karena kita tinggal di Indonesia lantas kita mencintai Indonesia? Apakah hanya sebatas itu rasa kecintaan kita pada negara kita ini?

Ada banyak orang yang mengatakan,"Apa yang mau dibanggakan dari Indonesia ini, lihat saja kasus korupsi yang semakin merajalela, kriminalitas yang semakin meresahkan masyarakat, belum lagi demonstrasi dimana-mana." Bahkan sebagian lagi ada yang mengatakan,"Ah malas bahas tentang cinta-cinta Indonesia, makan aja susah, boro-boro mikirin negara ini." Sesempit apapun pemikirian-pemikiran ini harus dihargai.

Dalam sebuah negara yang baru merdeka 68 tahun, tentu saja untuk berkembang dan maju membutuhkan proses yang panjang dan lama dan tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Untuk itu, negara ini membutuhkan anak-anak muda yang bertanggung jawab, berwawasan, dan cinta tanah air.

Kenapa kita harus mencintai tanah air ini? Tentu saja jawabannya adalah karena kelak kita anak-anak muda adalah pemimpin negara ini. Bagaimana kita bisa menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab, jika kita tak mencintai rakyat negara ini, tak mencintai tanah air ini? Jadi mulai sekarang ayo cintai negara ini.

Alasan pertama, Indonesia terkenal dengan semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Ini membuktikan keberagaman budaya, suku, dan agama bisa bersatu dalam satu negara, Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke terbentang kekayaan alam negara,seperti hasil laut, tambang, rempah-rempah, dan kebudayaan yang merupakan kekayaan utama negeri ini. Bahkan kekayaan alam Indonesia telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai negara dengan tingkat biodeversitas kedua tertinggi setelah negara kawasan Amerika Selatan, Brazil. Hal ini membuktikan Negara Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam.

Alasan kedua, secara astronomis, Indonesia terletak pada 6 derajat LU (Lintang Utara)-11 derajat LS (Lintang Selatan) dan antara 95 derajat BT (Bujur Timur)- 141 derajat BT (Bujur Timur). Karena posisi astronomis Indonesia terletak pada 6 derajat LU-11 derajat LS, maka Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Secara umum, negara-negara yang beriklim tropis adalah negara yang hangat dengan sinar matahari yang melimpah. Hanya ada dua musim pada negara-negara tropis, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Itulah yang menjadikan negara kita kaya akan hasil alam, karena curah hujan yang tinggi menjadikan tanah kita subur.

Alasan ketiga, secara geografis, Indonesia berada diantara 2 benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan 2 samudera (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik), sehingga Indonesia menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik darat, udara, maupun laut. Potensi letak geografis Indonesia yang strategis sangat menunjang dalam kemajuan kegiatan perekonomian negara Indonesia, karena Indonesia terletak di jalur perdagangan internasional. Letak geografis Indonesia menyebabkan keberagaman dalam berbagai hal seperti keragaman flora dan fauna, keberagaman jenis tanah, keberagaman vegetasi, dan sebagainya.

Alasan keempat, dari sektor pariwisata kita patut berbangga diri karena keindahan alam Indonesia yang sudah mendunia, baik dari laut, pantai, danau, dan pegunungannya. Indonesia memiliki banyak pulau dan pantai yang sangat indah. Bahkan masih banyak pulau yang belum terjamah.Sebagai contoh, Danau Toba yang terdapat di Sumatra Utara, Raja Ampat di Papua, Taman Bawah Laut Bunaken dan masih banyak lagi.
 
Alasan kelima, negara yang terdiri dari 34 provinsi ini memiliki beragam budaya yang berbeda-beda setiap provinsinya. Dari mulai rumah adat, pakaian adat, tarian adat tradisional, berbeda-beda setiap provinsinya dan merupakan kekayaan yang harus kita jaga dan lestarikan serta budayakan. Seperti tari Tor-Tor dari Sumatera Utara, Tari Piring dari Sumatera Barat, dan masih banyak lagi.
 
Alasan keenam, makanan Indonesia. Di negeri ini kita bisa menemukan beraneka ragam makanan yang tidak akan membuat lidah kita bosan untuk mencicipinya. Sebagai contoh, ikan arsik dari Sumatera Utara, Rendang dari Sumatera Barat, dan nasi tumpeng dari jawa dan masih banyak lagi.

Bukan hanya 6 saja alasan untuk mencintai negeri ini. Masih banyak beribu alasan yang membuat kita bangga setiap kali mendengar kata Indonesia. Ayo anak negeri, cintai Indoensia. Karena kalau bukan kita yang mengharumkan nama Indonesia, siapa lagi? (Melvina Fatricia/mar)

Melvina Fatricia adalah pewarta warga.
Read More

Tentang Papua

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur Papua Bagian Barat (dulu Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

Sejarah Papua tidak bisa dilepaskan dari masa lalu Indonesia. Papua adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Australia dan merupakan bagian dari wilayah timur Indonesia. Sebagian besar daratan Papua masih berupa hutan belantara. Papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Sekitar 47% wilayah pulau Papua merupakan bagian dari Indonesia, yaitu yang dikenal sebagai Netherland New Guinea, Irian Barat, West Irian, serta Irian Jaya, dan akhir-akhir ini dikenal sebagai Papua. Sebagian lainnya dari wilayah pulau ini adalah wilayah negara Papua New Guinea (Papua Nugini), yaitu bekas koloni Inggris. Populasi penduduk di antara kedua negara sebetulnya memiliki kekerabatan etnis, tapi kemudian dipisahkan oleh sebuah garis perbatasan.
Papua memiliki luas area sekitar 421.981 kilometer persegi dengan jumlah populasi penduduk hanya sekitar 2,3 juta. Lebih dari 71% wilayah Papua merupakan hamparan hutan hujan tropis yang sulit ditembus karena terdiri atas lembah-lembah yang curam dan pegunungan tinggi, dan sebagian dari pegunungan tersebut diliputi oleh salju. Perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini ditandai dengan 141 garis Bujur Timur yang memotong pulau Papua dari utara ke selatan.
Seperti juga sebagian besar pulau-pulau di Pasifik Selatan lainnya, penduduk Papua berasal dari daratan Asia yang bermigrasi dengan menggunakan kapal laut. Migrasi itu dimulai sejak 30.000 hingga 50.000 tahun yang lalu, dan mengakibatkan mereka berada di luar peradaban Indonesia yang modern, karena mereka tidak mungkin untuk melakukan pelayaran ke pulau-pulau lainnya yang lebih jauh.
Para penjelajah Eropa yang pertama kali datang ke Papua, menyebut penduduk setempat sebagai orang Melanesia. Asal kata Melanesia berasal dari kata Yunani, ‘Mela’ yang artinya ‘hitam’, karena kulit mereka berwarna gelap. Kemudian bangsa-bangsa di Asia Tenggara dan juga bangsa Portugis yang berinteraksi secara dekat dengan penduduk Papua, menyebut mereka sebagai orang Papua.

Papua sendiri menggambarkan sejarah masa lalu Indonesia, karena tercatat bahwa selama abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Palembang, Sumatera Selatan, mengirimkan persembahan kepada kerajaan Tiongkok. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cenderawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua, yang pada waktu itu dikenal sebagai ‘Janggi’.
Dalam catatan yang tertulis di dalam kitab Nagarakretagama, Papua juga termasuk kedalam wilayah kerajaan Majapahit (1293-1520). Selain tertulis dalam kitab yang merupakan himpunan sejarah yang dibuat oleh pemerintahan Kerajaan Majapahit tersebut, masuknya Papua kedalam wilayah kekuasaan Majapahit juga tercantum di dalam kitab Prapanca yang disusun pada tahun 1365.

Walaupun terdapat kontroversi seputar catatan sejarah tersebut, hal itu menegaskan bahwa Papua adalah sebagai bagian yang tidak terlepas dari jaringan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara yang berada di bawah kontrol kekuasaan kerajaan Majapahit.
Selama berabad-abad dalam paruh pertama milenium kedua, telah terjalin hubungan yang intensif antara Papua dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia, yang hubungan tersebut bukan hanya sekadar kontak perdagangan yang bersifat sporadis antara penduduk Papua dengan orang-orang yang berasal dari pulau-pulau terdekat.

Selama kurun waktu tersebut, orang-orang dari pulau terdekat yang kemudian datang dan menjadi bagian dari Indonesia yang modern, menyatukan berbagai keragaman yang terserak di dalam kawasan Papua. Hal ini tentunya membutuhkan interaksi yang cukup intens dan waktu yang tidak sebentar agar para penduduk di Papua bisa belajar bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, apalagi mengingat keanekaragaman bahasa yang mereka miliki. Pada tahun 1963, dari sekitar 700.000 populasi penduduk yang ada, 500.000 di antara mereka berbicara dalam 200 macam bahasa yang berbeda dan tidak dipahami antara satu dengan yang lainnya.

Beragamnya bahasa di antara sedikitnya populasi penduduk tersebut diakibatkan oleh terbentuknya kelompok-kelompok yang diisolasi oleh perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya selama berabad-abad karena kepadatan hutan dan juga jurang yang curam yang sulit untuk dilalui yang memisahkan mereka. Oleh karena itu, sekarang ini ada 234 bahasa pengantar di Papua, dua dari bahasa kedua tanpa pembicara asli. Banyak dari bahasa ini hanya digunakan oleh 50 penutur atau kurang. Beberapa golongan kecil sudah punah, seperti Tandia, yang hanya digunakan oleh dua pembicara dan Mapia yang hanya digunakan oleh satu pembicara.

Sekarang ini bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa pengantar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan merupakan bahasa di dalam melakukan berbagai transaksi. Bahasa Indonesia sendiri berasal dari bahasa melayu, versi pasar.

Sejarah

Papua berada di wilayah paling timur negara Indonesia. Ia merupakan pulau terbesar kedua setelah Pulau Greendland di Denmark. Luasnya capai 890.000 Km² (ini jika digabung dengan Papua New Guinea). Besarnya diperkirakan hampir lima kali luas pulau Jawa.
Pada sekitar tahun 200 M , ahli Geography bernama Claudius Ptolemaeus (Ptolamy) menyebut pulau Papua dengan nama Labadios. Sampai saat ini tak ada yang tahu, kenapa pulau Papua diberi nama Labadios.

Sekitar akhir tahun 500 M, oleh bangsa China diberi nama Tungki. Hal ini dapat diketahui setelah mereka menemukan sebuah catatan harian seorang pengarang Tiangkok, Ghau Yu Kuan yang menggambarkan bahwa asal rempah-rempah yang mereka peroleh berasal dari Tungki, nama yang digunakan oleh para pedagang China saat itu untuk Papua.
Selanjutnya, pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama Janggi. Dalam buku Kertagama 1365 yang dikarang Pujangga Mpu Prapanca “Tugki” atau “Janggi” sesungguhnya adalah salah eja diperoleh dari pihak ketiga yaitu Pedagang Cina Chun Tjok Kwan yang dalam perjalanan dagangnya sempat menyinggahi beberapa tempat di Tidore dan Papua.

Di awal tahun 700 M, pedagang Persia dan Gujarat mulai berdatangan ke Papua, juga termasuk pedangan dari India. Tujuan mereka untuk mencari rempah-rempah di wilayah ini setelah melihat kesuksesan pedangang asal China. Para pedagang ini sebut nama Papua dengan Dwi Panta dan juga Samudranta, yang artinya Ujung Samudra dan Ujung Lautan.
Pada akhir tahun 1300, Kerajaan Majapahit menggunakan dua nama, yakni Wanin dan Sram. Nama Wanin, tentu tidak lain dari semenanjung Onin di daerah Fak-Fak dan Sram, ialah pulau Seram di Maluku. Ada kemungkinan, budak yang dibawa dan dipersembahkan kepada Majapahit berasal dari Onin dan yang membawanya ke sana adalah orang Seram dari Maluku, sehingga dua nama ini disebut.
Sekitar tahun 1646, Kerajaan Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai Papa-Ua, yang sudah berubah dalam sebutan menjadi Papua. Dalam bahasa Tidore artinya tidak bergabung atau tidak bersatu (not integrated). Dalam bahasa melayu berarti berambut keriting. Memiliki pengertian lain, bahwa di pulau ini tidak terdapat seorang raja yang memerintah.

Ada juga yang memakai nama Papua sebagai bentuk ejekan terhadap warga setempat—penduduk primitif, tertinggal, bodoh— yang merupakan slogan yang tidak mempunyai arti apapun dengan nama Papua.
Respon penduduk terhadap nama Papua cukup baik. Alasannya, sebab nama tersebut benar mencerminkan identitas diri mereka sebagai manusia hitam, keriting, yang sangat berbeda dengan penduduk Melayu juga kerajaan Tidore. Tapi, tentu mereka tak terima dengan ejekan yang selalu dilontarkan warga pendatang.
Pada tahun 1511 Antonio d’Arbau, pelaut asal Portugis menyebut wilayah Papua dengan nama “Os Papuas” atau juga llha de Papo. Don Jorge de Menetes, pelaut asal Spanyol juga sempat mampir di Papua beberapa tahun kemudian (1526-1527), ia tetap menggunakan nama Papua. Ia sendiri mengetahui nama Papua dalam catatan harian Antonio Figafetta, juru tulis pelayaran Magelhaens yang mengelilingi dunia menyebut dengan nama Papua. Nama Papua ini diketahui Figafetta saat ia singgah di pulau Tidore.

Berikutnya, pada tahun 1528, Alvaro de Savedra, seorang pimpinan armada laut Spanyol beri nama pulau Papua Isla de Oro atau Island of Gold yang artinya Pulau Emas. Ia juga merupakan satu-satunya pelaut yang berhasil menancapkan jangkar kapalnya di pantai utara kepulauan Papua. Dengan penyebutan Isla Del Oro membuat tidak sedikit pula para pelaut Eropa yang datang berbondong-bondong untuk mencari emas yang terdapat di pulau emas tersebut.

Pada tahun 1545, pelaut asal spanyol Inigo Ortiz de Retes memberi nama Nueva Guinee. Dalam bahasa Inggris disebut New Guinea. Ia awalnya menyusuri pantai utara pulau ini dan karena melihat ciri-ciri manusianya yang berkulit hitam dan berambut keriting sama seperti manusia yang ia lihat di belahan bumi Afrika bernama Guinea, maka diberi nama pulau ini Nueva Guinee/Pulau Guinea Baru.
Nama Papua dan Nueva Guinea dipertahankan hampir dua abad lamanya, baru kemudian muncul nama Nieuw Guinea dari Belanda, dan kedua nama tersebut terkenal secara luas diseluruh dunia, terutama pada abad ke-19. Penduduk nusantara mengenal dengan nama Papua dan sementara nama Nieuw Guinea mulai terkenal sejak abad ke-16 setelah nama tersebut tampak pada peta dunia sehingga dipakai oleh dunia luar, terutama di negara-negara Eropa.

Pada tahun 1956, Belanda kembali mengubah nama Papua dari Nieuw Guinea menjadi Nederlands Nieuw Guinea. Perubahan nama tersebut lebih bersifat politis karena Belanda tak ingin kehilangan pulau Papua dari Indonesia pada zaman itu.
Pada tahun 1940-an oleh Residen JP Van Eechoud pernah membentuk sekolah Bestuur. Disana ia menganjurkan dan memerintahkan Admoprasojo selaku Direktur Sekolah Bestuur tersebut untuk membentuk dewan suku-suku. Di dalam kegiatan dewan ini salah satunya adalah mengkaji sejarah dan budaya Papua, termasuk mengganti nama pulau Papua dengan sebuah nama yang mencerminkan budaya Papua, dan nama tersebut harus digali dari bumi Papua.

Tindak lanjutnya, berlangsung pertemuan di Tobati, Jayapura. Di dalam turut dibicarakan ide penggantian nama tersebut, juga dibentuk dalam sebuah panitia yang nantinya akan bertugas untuk menelusuri sebuah nama yang berasal dari daerah Papua dan dapat diterima oleh seluruh suku yang ada.
Frans Kaisepo selaku ketua Panitia kemudian mengambil sebuah nama dari sebuah mitos Manseren Koreri, sebuah legenda yang termahsyur dan dikenal luas oleh masyarakat luas Biak, yaitu Irian.

Dalam bahasa Biak Numfor “Iri” artinya tanah, "an" artinya panas. Dengan demikian nama Irian artinya tanah panas. Pada perkembangan selanjutnya, setelah diselidiki ternyata terdapat beberapa pengertian yang sama di tempat seperti Serui dan Merauke. Dalam bahasa Serui, "Iri" artinya tanah, "an" artinya bangsa, jadi Irian artinya Tanah bangsa, sementara dalam bahasa Merauke, "Iri" artinya ditempatkan atau diangkat tinggi, "an" artinya bangsa, jadi Irian adalah bangsa yang diangkat tinggi.

Secara resmi, pada tanggal 16 Juli 1946, Frans Kaisepo yang mewakili Nieuw Guinea dalam konferensi di Malino-Ujung Pandang, melalui pidatonya yang berpengaruh terhadap penyiaran radio nasional, mengganti nama Papua dan Nieuw Guinea dengan nama Irian.
Nama Irian adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisepo pernah mengatakan “Perubahan nama Papua menjadi Irian, kecuali mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. (Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108).

Selanjutnya, Pada 1 Desember 1961, Komite Nasional Papua, disebut Nieuw Guinea Raad oleh Belanda, sebuah lembaga yang disponsori kerajaan Belanda, menyatakan masyarakat Papua siap mendirikan sebuah negara berdaulat, dan mengibarkan bendera nasional baru yang dinamakan Bintang Kejora. Mereka menetapkan nama Papua sebagai Papua Barat.
Sedangkan United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), sebuah badan khusus yang dibentuk PBB untuk menyiapkan act free choice di Papua pada tahun 1969 menggunakan dua nama untuk Papua, West New Guinea/West Irian.

Beritkunya, nama Irian diganti menjadi Irian Barat secara resmi sejak 1 Mei 1963 saat wilayah ini "dianeksasi" dari Kerajaan Belanda ke dalam pangkuan Negara republik Indonesia. Pada tahun 1967, kontrak kerja sama PT Freeport Mc Morran dengan pemerintah Indonesia dilangsungkan. Dalam kontrak ini Freeport gunakan nama Irian Barat, padahal secara resmi Papua belum resmi jadi bagian Indonesia.
Setelah Papua menjadi bagian dari Negara Indonesia melalui PEPERA 1969 yang dianggap penuh rekayasa oleh sebagian besar rakyat Papua, perjuangan untuk tetap memisahkan diri dari Negara Indonesia untuk menjadi Negara merdeka dan berdaulat terus suarakan.
Pada tanggal 1 Juli 1971, Seth Jafet Rumkorem, pimpinan Pemerintah Revolusioner sementara Republik West Papua di Markas Victoria menggunakan nama West Papua untuk Papua. Kehadiran organisasi ini tak begitu lama karena berhasil di tumpas oleh pemerintah Indonesia melalui beberapa operasi militer.

Dan kemudian pada tanggal 1 Maret 1973 sesuai dengan peraturan Nomor 5 tahun 1973 nama Irian barat resmi diganti oleh Presiden Soeharto menjadi nama Irian Jaya. Penggantian nama tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian eksplorasi PT Freeport Indonesia yang pusat eksploitasinya dinamakan Tembagapura.
Memasuki era reformasi sebagian masyarakat menuntut penggantian nama Irian Jaya menjadi Papua. Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi permintaan sebagian masyarakat tersebut. Dalam acara kunjungan resmi kenegaraan Presiden, sekaligus menyambut pergantian tahun baru 1999 ke 2000, pagi hari tanggal 1 Januari 2000, dia memaklumkaan bahwa nama Irian Jaya saat itu diubah namanya menjadi Papua seperti yang diberikan oleh Kerajaan Tidore pada tahun 1800-an.

Asal usul nama

Perkembangan asal usul nama pulau Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan sejarah interaksi antara bangsa-bangsa asing dengan masyarakat Papua, termasuk pula dengan bahasa-bahasa lokal dalam memaknai nama Papua.
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.

UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan nama provinsi ini untuk diganti menjadi Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Nama Papua Barat (West Papua) masih sering digunakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), suatu gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

Di Negara Indonesia, Provinsi DKI Jakarta memiliki IPM tertinggi yaitu sebesar 77.60 pada tahun 2010. Sedangkan Provinsi Papua dari tahun 2004-2010 memiliki IPM yang paling kecil di antara provinsi-provinsi yang lain. Hal ini dapat diakibatkan bahwa kurangnya peranan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan masyarakat terhadap ketiga dibidang yaitu: pendidikan, ekonomi, dan kesehatan pada Provinsi Papua. Akan tetapi, sumber daya alam yang terdapat pada Provinsi Papua sangat besar. Jadi Provinsi Papua seharusnya mampu bersaing untuk meningkatkan IPM dengan provinsi-provinsi yang lainnya.
Apresiasi peningkatan dan pemerataan pendidikan untuk masyarakat Nusantara dilakukan di antaranya melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem). Dalam program beasiswa ini Anak asli Papua berkesempatan melanjutkan studinya untuk tahun ajaran 2015 ke jenjang setingkat sekolah menengah atas di sejumlah daerah Tanah Pasundan, Jawa Barat. Pemerintah Kota Bandung akan mendorong program pendidikan bagi para siswa asal Papua dan berencana akan meningkatkan jumlah siswa Papua yang akan bersekolah di Bandung.

Program Adem bergulir sejak 2013. Memasuki tahun ketiga atau 2015 ini sudah 1.304 anak Papua menimba ilmu ke tingkat SMA atau SMK di Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Bali. Untuk program ADEM 2015 tercatat 505 anak Papua menempuh pendidikan SMA dan SMK di enam provinsi tersebut.
Pendidikan di Kabupaten Mimika memiliki keunikan tersendiri. Mayoritas dari anak aslinya diberikan alokasi dana bantuan pendidikan dari PT Freeport Indonesia melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Sejak akhir 1999, LPMAK telah menyediakan beasiswa bagi 8.772 pelajar. Program ini awalnya diperuntukan hanya kepada 3.697 pelajar dari SMA asli Papua sampai dengan program magister telah lulus. Namun pada tahun 2011, LPMAK memberikan beasiswa aktif bagi pelajar SD sampai dengan magister.
Tahun 2014 target produksi PTFI mengalami penurunan drastis karena adanya aksi mogok pekerja dan penurunkan produksi tambangnya hingga 40 persen akibat karena adanya larangan pengiriman bahan baku tambang ke luar negeri sebagai implementasi dari penerapan UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba. Akibatnya PTFI menurunkan dana kemitraan dari sebelumnya yang rata-rata sekitar Rp 1 triliun menjadi sekitar Rp600 miliar.[8]


Pulau Papua memiliki luas sekitar 421.981 km2, pulau Papua berada di ujung timur dari wilayah Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis, dan telah mendorong bangsa – bangsa asing untuk menguasai pulau Papua.
Kabupaten Puncak Jaya merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah adalah kota Merauke. Sebagai daerah tropis dan wilayah kepulauan, pulau Papua memiliki kelembaban udara relative lebih tinggi berkisar antara 80-89% kondisi geografis yang bervariasi ini mempengaruhi kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata. Pada tahun 1990 penduduk di pulau Papua berjumlah 1.648.708 jiwa dan meningkat menjadi sekitar 2,8 juta jiwa pada tahun 2006.

Infrastruktur

Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia dengan luas wilayahnya lebih tiga kali luas pulau Jawa, ditambah jumlah penduduk yang masih sedikit dengan kekayaan alam begitu kaya dan belum digali seperti hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan pertambangan.
Hal ini disebabkan karena belum adanya jaringan jalan yang memadai yang dapat menghubungkan wilayah - wilayah sentra produksi untuk itu Dinas Pekerjaan umum berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan yang baik. seperti Pembangunan jalan Jayapura - Wamena yang merupakan status jalan Provinsi sebagai kegiatan investasi yang besar bagi Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayawijaya yang dibangun dengan tujuan :
  • Sebagai Sarana untuk mengintegrasikan Pengembangan Potensi daerah dan Perubahan Struktur masyarakat.
  • Membentuk suatu sistem Jaringan Jalan Nasional, Provinsi , Kabupaten dan Kota guna mendukung sistem produksi dan distribusi.
  • Membentuk manfaat secara lansung kepada masyarakat dalam hal kemudahan kegiatan Sosial, ekonomi, arus barang dan jasa, kesempatan kerja dan ketrampilan masyarakat.
Penduduk asli di Papua


Pribumi Papua dari Lembah Baliem

Peta menunjukkan kota-kota penting di Papua Barat dan Papua
Jika dilihat dari karakteristik budaya, mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua itu dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman, dataran tinggi dan Papua dataran rendah dan pesisir. Pola kepercayaan agama tradisional masyarakat Papua menyatu dan menyerap ke segala aspek kehidupan, mereka memiliki suatu pandangan dunia yang integral yang erat kaitannya satu sama lain antar dunia yang material dan spiritual, yang sekuler dan sacral dan keduannya berfungsi bersama-sama.
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 25 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain:
Senjata tradisional


Pisau belati Papua
Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu Belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.
Makanan khas Papua
Papeda


 
Papeda disajikan dengan kuah kuning dan ikan tude bakar.

Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit.[10] Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar.[10] Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.[11]
Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan.[12] Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika.[12] Papeda merupakan salah satu sajian khas sagu yang jarang ditemukan.[12] Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari.[12]
Pada umumnya, papeda dikonsumsi bersama dengan ikan tongkol.[13] Namun, papeda dapat juga dikombinasikan dengan ikan gabus, kakap merah, bubara, hingga ikan kue.[13] Selain kuah kuning dan ikan, bubur papeda juga dapat dinikmati dengan sayur ganemo yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis dengan bunga pepaya muda dan cabai merah.[13]

Taman Nasional Lorentz


Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha; Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara.
Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.
Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003- 2006, WWF telah melakukan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006-2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.
Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz,yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Wasur


Taman Nasional Wasur
Taman Nasional Wasur merupakan bagian dari lahan basah terbesar di Papua dan sedikit terganggu oleh aktivitas manusia.[14] Biodiversitasnya membuat taman ini dijuluki sebagai "Serengeti Papua".[14] Sekitar 70% dari luas wilayah ini terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Tamana yang dominan meliputi spesies mangrove, Terminalia dan Melaleuca.[14]
Taman Nasional Wasur ini terletak di Kabupaten Merauke.
Kawasan Perbatasan di Papua
Sebelum mengalami pemekaran kabupaten, kawasan perbatasan di Papua terletak di 4 (empat) kabupaten yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Merauke. Setelah adanya pemekaran wilayah kabupaten, maka kawasan perbatasan di Papua terletak di 5 (lima) wilayah kabupaten/kota yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke, serta 23 (dua puluh tiga) wilayah kecamatan (distrik). Dari kelima kabupaten tersebut, Kabupaten Keerom, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel merupakan kabupaten baru hasil pemekaran.

Garis perbatasan darat antara Indonesia dan PNG di Papua memanjang sekitar 760 kilometer dari Skouw, Jayapura di sebelah utara sampai muara sungai Bensbach, Merauke di sebelah Selatan. Garis batas ini ditetapkan melalui perjanjian antara Pemerintah Belanda dan Inggris pada pada tanggal 16 Mei 1895.

Jumlah pilar batas di kawasan perbatasan Papua hingga saat ini masih sangat terbatas, yaitu hanya 52 buah. Jumlah pilar batas ini tentu sangat tidak memadai untuk suatu kawasan perbatasan yang sering dijadikan tempat persembunyian dan penyeberangan secara gelap oleh kelompok separatis kedua negara. Kondisi ini diperburuk lagi oleh ketidaktahuan masyarakat di sekitar perbatasan terhadap garis batas yang memisahkan kedua negara, bahkan di antara penduduk tersebut banyak yang belum memiliki tanda pengenal atau identitas diri seperti kartu tanda penduduk atau tanda pengenal lainnya.
Pintu atau pos perbatasan di kawasan perbatasan Papua terdapat di Distrik Muara Tami Kota Jayapura dan di Distrik Sota Kabupaten Merauke. Kondisi pintu perbatasan di Kota Jayapura masih belum dimanfaatkan secara optimal sebagaimana pintu perbatasan di Sanggau dan Nunukan, karena fasilitas CIQS-nya belum lengkap tersedia. Kegiatan pelintas batas di pintu perbatasan di Marauke relatif lebih terbatas dibanding dengan Jayapura, dengan kegiatan utama arus lintas batas masyarakat kedua negara dalam rangka kunjungan keluarga dan perdagangan tradisional. Kegiatan perdagangan yang relatif lebih besar justru terjadi dipintu-pintu masuk tidak resmi yang menghubungkan masyarakat kedua negara secara ilegal tanpa adanya pos lintas batas atau pos keamanan resmi.

Kawasan perbatasan Papua memiliki sumberdaya alam yang sangat besar berupa hutan, baik hutan konversi maupun hutan lindung dan taman nasional yang ada di sepanjang perbatasan. Kondisi hutan yang terbentang di sepanjang perbatasan tersebut hampir seluruhnya masih belum tersentuh atau dieksploitasi kecuali di beberapa lokasi yang telah dikembangkan sebagai hutan konversi. Selain sumberdaya hutan, kawasan ini juga memiliki potensi sumberdaya air yang cukup besar dari sungai-sungai yang mengalir di sepanjang perbatasan. Demikian pula kandungan mineral dan logam yang berada di dalam tanah yang belum dikembangkan seperti tembaga, emas, dan jenis logam lainnya yang bernilai ekonomi cukup tinggi.

Secara fisik kondisi kawasan perbatasan di Papua bergunung dan berbukit yang sulit ditembus dengan sarana perhubungan biasa atau kendaraan roda empat. Sarana perhubungan yang memungkinkan untuk mencapai kawasan perbatasan adalah pesawat terbang perintis dan pesawat helikopter yang sewaktu-waktu digunakan oleh pejabat dan aparat pemerintah pusat dan daerah untuk mengunjungi kawasan tersebut.
Sebagaimana di daerah lainnya kondisi masyarakat di sepanjang kawasan perbatasan Papua sebagian besar masih miskin, tingkat kesejahteraan rendah, tertinggal serta kurang mendapat perhatian dari aparat pemerintah daerah maupun pusat. Kondisi masyarakat Papua di sepanjang perbatasan yang miskin, tertinggal dan terisolir ini tidak jauh berbeda dan relatif setara dengan masyarakat di PNG. Melalui bantuan sosial yang banyak dilakukan oleh para misionaris yang beroperasi dalam rangka pelayanan kerohanian menggunakan pesawat milik gereja, banyak masyarakat yang tertolong dan dibantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Fasilitas perhubungan milik misionaris ini bahkan dimanfaatkan oleh para pejabat daerah dalam melakukan kunjungan kerjanya di kawasan perbatasan.

Read More

Follow Us

Blogroll

About